Jakarta, LiputanNusa.id- Bertempat di Aula Masjid Raya Hasyim Ashari, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggelar Sosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana Bersama Warga Kosambi, Minggu 30/07/2023.

Acara dibuka dengan sambutan dari Anggota Komisi IX DPR RI, Dian Istiqomah, S.Kep mengatakan, hidup berencana memang keren. “Jadi kalau memang ingin hidup kita berkualitas di hari tua nanti maka harus merencanakan dari sekarang,” tegas Dian Istiqomah.

Dian dalam sambutannya juga mengatakan bahwa BKKBN memang keren karena tidak hanya mengurus KB, tapi juga dari bayi dalam perut hingga masa tua.

Menutup sambutannya, Dian berharap agar apa yang disampaikan oleh Dr. Munawar dan Nurdini Wahyuningsih bisa menjadi ilmu yang bermanfaat bagi para peserta yang hadir.

Direktur Perencanaan Pengendalian Penduduk BKKBN Pusat, Dr. Munawar Asikin, S.Si, MSE menjelaskan program Bangga Kencana. “Bangga Kencana merupakan singkatan dari Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana. Jadi sesuai singkatan tersebut akan banyak aspek yang dikerjakan oleh BKKBN,” tutur Munawar Asikin.

Tak hanya itu sesuai dengan visi Indonesia emas di 2045, BKKBN juga tengah bekerja keras menjalankan program penurunan Stunting.

Terkait Stunting, Munawar menjelaskan tengah menjadi perhatian serius dari pemerintah. Untuk itu dalam sambutannya, pria yang menjabat sebagai dosen di salah satu universitas ini memperkenalkan tentang Stunting dan dampak yang ditimbulkan tentang stunting.

“Kenapa Stunting, karena Stunting bahaya bisa mengancam masa depan Indonesia, makanya kita sekarang berusaha untuk mencegah Stunting dimana adalah kekurangan gizi kronis yang terjadi pada hari pertama kehidupan 1000 hari pertama kehidupan, 1000 hari pertama kehidupan itu mulanya ketika sel telur dengan sel sperma bertemu jadilah calon janin itulah hari pertama kehidupan seorang manusia,” tegas Munawar.

Menambahkan ucapan Munawar,Ketua Subkelompok Pengendalian Penduduk DPPAPP Prov DKI Jakarta Nurdini Wahyuningsih, SKM menjelaskan mengenai bahaya Stunting dalam mencapai visi Indonesia emas 2045.

“Stunting akan menghambat pertumbuhan generasi muda sehingga tidak bisa menjadi penerus bangsa,” tegasnya.

Untuk itu dirinya meminta agar segera mungkin Stunting dicegah. Caranya dengan melakukan perbaikan gizi.

Mengenai nikah penduduk yang kurang gizi, Nurdini menegaskan memperbolehkan dengan syarat menunda kehamilan sampai gizi yang diperoleh suami dan istri mencukupi sehingga anak yang dilahirkan tidak Stunting. (Tj.Foto: BKKBN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *