
Oplus_131074
Jakarta, LiputanNusa.id- Diskusi Publik dan Buka Puasa Bersama (Bukber) yang digelar Gerakan Selamatkan Pertamina (GSP) Save Pertamina “Mulai Dari “0” Tanpa Korupsi” berlangsung di Hotel Sofyan Soepomo Tebet Jakarta, Kamis 20/03/2025.
Kegiatan ini dalam rangka mengawal transparansi dan akuntabilitas ditubuh Pertamina merupakan sebuah inisiatif bersama yang diprakarsai oleh Revitriyoso Husodo, Ketua Gerak 08 dan Handiyono Aruman seorang Praktisi Komunikasi Publik yang juga mantan aktivis 98.
Acara yang dilangsungkan di Tebet ini, menghadirkan berbagai elemen masyarakat termasuk Purnawirawan, Aktivis, Ketua Organisasi, Ketua LSM, serta akademisi dan tokoh masyarakat yang peduli terhadap pengelolaan sumber daya energi nasional.
Dalam deklarasi kemerdekaan ini, Revitriyoso Husodo sebagai Koordinator Gerakan menegaskan bahwa Pertamina adalah aset bangsa yang harus diselamatkan dari praktek korupsi.
Disampaikan pula bahwa, gerakan ini merupakan panggilan moral bagi seluruh rakyat Indonesia. Kita tidak bisa tinggal diam melihat bagaimana kepentingan nasional dikorbankan oleh segelintir pihak yang mencari keuntungan pribadi. Saatnya kita bergerak bersama untuk menyelamatkan Pertamina dari segala bentuk penyimpangan “ujar Revitriyoso.
Pada kesempatan yang sama pula, Handiyono Aruman yang bertindak sebagai moderator menekankan juga pentingnya komunikasi yang terbukti dan partisipatif dalam mengawal reformasi Pertamina.
Mengingat transparansi adalah kunci, publik harus dilibatkan dalam pengawasan dan pengambilan kebijakan terkait energi nasional, dia menambahkan juga bahwa gerakan ini akan menjadi wadah bagi seluruh elemen masyarakat untuk bersuara dan bertindak nyata dalam memastikan Pertamina benar-benar bekerja untuk kepentingan rakyat “tegasnya.
Sebagai bagian dari deklarasi, para peserta secara bersama-sama membacakan Resolusi Bersama mencakup tuntutan utama yaitu : 1. Pembersihan total Pertamina dari segala bentuk korupsi dengan menindak tegas oknum yang terlibat dalam penyimpangan, 2. Mendesah pemerintah dan mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas bentuk korupsi di Pertamina serta menegakan hukum tanpa pandang bulu.
Kemudian, 3. Mendorong transparansi dalam kebijakan energi nasional dengan melibatkan masyarakat sipil, akademisi, dan lembaga independen dalam proses pengambilan keputusan, 4. Menolak segala bentuk intervensi politik dan kepentingan pribadi dalam pengelolaan Pertamina yang bertentangan dengan prinsip keadilan dan kepentingan nasional, 5. Mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu dalam gerakan moral dan sosial demi menciptakan Pertamina yang bersih, profesional dan berorientasi pada kepentingan rakyat.
Deklarasi ini menjadi langkah awal dari rangkaian aksi yang akan dilakukan oleh gerakan “Selamatkan Pertamina, Nol Korupsi” termasuk advokasi kebijakan kampanye publik dan pengawasan terhadap pengelolaan energi nasional.
Kegiatan ini mendapat sambutan luas dari berbagai kalangan yang berharap agar gerakan ini menjadi katalis perubahan bagi tata kelola energi nasional yang lebih bersih dan lebih berkeadilan.
Kegiatan ini, di akhiri dengan pemaparan materi oleh para narasumber yang hadir dalam acara Save Pertamina dilanjutkan dengan diskusi.(LK)