Jakarta, LiputanNusa.id- Apkasi Procurement Network 2023: Expo & Forum (APN 2023) merupakan salah satu program kerja unggulan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) selain Apkasi Otonomi Expo (AOE).
Kegiatan yang bakal digelar pada 27-28 November 2023 di Hall A Balai Sidang Jakarta Convention Center, Senayan Jakarta menurut Direktur Eksekutif Apkasi Sarman Simanjorang melalui siaran persnya, Kamis (09/11) bertujuan untuk mendukung program pemerintah agar produk Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri melalui gelaran Apkasi Procurement Network 2023: Expo & Forum (APN 2023)
“Kegiatan APN 2023 merupakan salah satu program kerja unggulan Apkasi yang sudah memasuki tahun keempat. APN 2023 mengusung konsep mempertemukan produsen barang dan jasa dengan pengguna anggaran atau end user. Sehingga sangat cocok untuk dihadiri oleh masyarakat dan juga pengusaha,” tegasnya.
Mengenai tema, Sarman menjelaskan “Produk Indonesia Menjadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri”. “Tema tersebut diangkat dikarenakan event APN 2023 selaras dengan harapan Presiden Joko Widodo agar Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (PBJP) lebih mengutamakan pengunaan produk-produk dalam negeri,” jelasnya.
Lebih lanjut dikatakan Sarman, dalam penyelenggaraan APN 2023, ada 3 harapan dari Apkasi. Pertama, para end user di lingkungan pemerintahan dapat melihat secara langsung berbagai produk-produk Indonesia yang merupakan solusi kebutuhan di pemerintah daerah.
Kedua, tutur Sarman, pemerintah daerah didorong berbelanja nelalui mekanisme e-Katalog dalam kegiatan PBJP. “Hal ini mengingat e-katalog akan membuat prosesnya lebih cepat, terukur dan transparan. Untuk itulah kami berharap semua anggota Apkasi sudah memiliki e-Katalog Lokal dan memanfaatkan platform tersebut untuk berbelanja segala kebutuhannya di lingkup pemerintah daerah,” tegasnya.
Ketiga, pemerintah daerah khususnya pejabat kegiatan PBJP dapat mengenal lebih dekat para produsennya, bisa konsultasi dulu, bertanya mengenai spek barang atau jasa yang diperlukan sehingga saat belanja mereka sudah yakin dengan apa yang akan dibeli.
“Dalam kegiatan APN 2023, juga akan diisi dengan serangkaian forum-forum. Melalui forum ini, para produsen diberikan panggung untuk menjelaskan lebih detail mengenai barang atau jasa yang dipamerkan kepada para end user pengguna anggaran. Mereka bisa menjelaskan tentang teknologi yang dikembangkan maupun keunggulan produk-produknya,” tuturnya.
Mengenai arget dari pelaksanaan APN 2023, Sarman menegaskan yang menjadi sasaran utama pengunjung adalah para end user atau pengguna anggaran, jadi bukan masyarakat umum. Ia menambahkan, “Karena para end user inilah yang mengetahui anggaran di daerahnya dan akan dibelanjakan ke mana sesuai dengan kebutuhan di lingkungan pemerintah daerah masing-masing. Kita akan undang para organisasi perangkat daerah, termasuk rumah sakit daerah, puskesmas serta dinas-dinas lainnya.
Kegiatan APN 2023, lanjut Sarman, telah mendapat dukungan dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dan Kadin Indonesia. “Kami mengajak kepada produsen-produsen maupun para distributor yang selama ini menjadi rekanan pemerintah daerah dan pusat agar ikut serta dalam APN 2023, karena event ini diselenggarakan oleh asosiasinya pemerintah kabupaten seluruh Indonesia. Sehingga tidak perlu ragu karena yang akan hadir adalah para pengguna anggaran di pemda dan penentu keputusan dalam PBJ di daerah,” katanya lagi.
Tak lupa Sarman menambahkan, selain mengundang seluruh anggota Apkasi, dalam APN 2023 juga akan diundang para pejabat PBJ, baik dari lingkungan Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kota, Kementerian/Lembaga, BUMN/BUMD termasuk TNI/POLRI.
Sementara itu, Project Manager APN 2023, Syaifuddin Kay menambahkan, akan banyak ragam kegiatan di ajang APN 2023. “Selain kegiatan expo, APN 2023 akan dimeriahkan dengan kegiatan talkshow, forum dan business matching yang untuk tahun ini akan lebih diprioritaskan untuk sektor alat-alat kesehatan,” katanya.
Berbagai topik dan narasumber yang kredibel, lanjut Syaifuddin, juga bisa diikuti oleh para pengunjung. Di antaranya dari LKPP yang akan membedah “Kebijakan dan Program untuk Percepatan Pelaksanaan PBJ Pemerintah Guna Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah” dan dari Kemenperin mengangkat tema “Kebijakan dan Program Percepatan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri Dalam Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.”
Syaifuddin menambahkan, selain itu juga akan digelar workshop yang bersifat teknis mengenai “Tata Cara Penghitungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN)” dan dari Lingkar Temua Kabupaten Lestari yang akan membawakan topik bahasan “Penerapan Pengadaan Berkelanjutan untuk Mendukung Pembangunan Lestari.” Ia melanjutkan, “Serta best practice dan sharing session dari kepala daerah yang akan berbagi strategi mengenai tema Percepatan Penyerapan Anggaran Belanja Barang/Jasa Produk UMKM melalui Optimalisasi e-Katalog.” (Hs.Foto: Humas Apkasi)