Sangatta, LiputanNusa id- Beberapa waktu yang lalu, DPRD Kutai Timur seperti diutarakan Wakil Ketua Asti Mazar menyoroti serapan anggaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) yang masih sangat rendah.

Menurut Wakil Ketua DPRD ini, bahwa pihaknya belum tahu apa penyebabnya serapan anggaran yang terkesan lambat, untuk itu DPRD Kutim akan menjadwalkan rapat pembahasan serapan anggaran sekaligus Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2023,” tutur Asti Mazar dikutip dari RRI.co.id.

Menanggapi kritikan Wakil Rakyat tersebut, Wakil Bupati (Wabup) Kutai Timur, Kasmidi Bulang seperti dikutip GSmart, Senin 17/07/2023, menjelaskan bahwa pelambatan anggaran terjadi di beberapa perangkat daerah. Namun dirinya enggan menyebutkan perangkat daerah mana saja yang melakukannya.

“Beberapa perangkat daerah, kami akui memang belum maksimal dalam penyerapan anggaran bahkan ada yang masih berproses,” tegas Kasmidi Bulang.
Kasmidi juga mengatakan lambatnya penyerapan anggaran di beberapa perangkat daerah supaya dijadikan pelajaran sehingga kedepannya tidak terjadi lagi.

“Langsung action saja, jangan tunda-tunda lagi. Ini demi kemajuan Kutai Timur,” tegas Kasmidi Bulang, Dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada DPRD Kutai Timur yang telah melayangkan kritikan. Bagi Pemkab Kutim kritikan ini menjadi bagian dari bentuk pengawasan yang dilakukan oleh legislatif kepada pemerintah daerah selaku pelaksana program pembangunan.

“Suara mereka merupakan akumulasi dari masyarakat dan itu merupakan suatu hal yang wajar dan sebagai Pemda kami harus siap menerima kritikan tersebut,” tutur Kasmidi menutup sambutannya. (Tj/foto: dok.Kasmidi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *